JAKARTA(aliansimedia.id)– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mengumumkan penyelenggaraan PWI Fest 2026 yang akan berlangsung pada 4–5 Desember 2026 di Jakarta.

Kegiatan berskala nasional ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan PWI Pusat dan ke depan akan digelar secara bergilir di berbagai kota di Indonesia.

PWI Fest 2026 hadir sebagai respons terhadap perubahan besar dalam industri media yang dipicu perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan ini juga menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut mengusung dua misi utama, yakni meningkatkan kapasitas insan pers dalam menghadapi era digital serta mempererat hubungan antara media dan masyarakat.

“Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kami juga menyelenggarakan UMKM Festival.

PWI Fest 2026 bukan hanya menjadi ajang peningkatan kemampuan pekerja pers dalam menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Auri Jaya.

Berbagai kegiatan akan mewarnai PWI Fest 2026, di antaranya Workshop Jurnalisme Digital dan AI yang membahas Mobile Journalism, verifikasi data dan OSINT (Open Source Intelligence), hingga keamanan digital. Workshop ini ditargetkan diikuti oleh 250 hingga 500 wartawan, editor, dan content creator dari berbagai daerah.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati UMKM Festival, kompetisi E-Sports, serta panggung hiburan rakyat yang terselenggara melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan berbagai platform digital.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa industri pers nasional saat ini menghadapi tantangan besar akibat disrupsi teknologi digital dan perkembangan AI yang sangat cepat.

Menurutnya, PWI Fest 2026 merupakan langkah konkret untuk mempersiapkan insan pers menghadapi perubahan tersebut.
“Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau hanya menjadi penonton.

Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah nyata untuk memastikan pekerja pers memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan pers dari masyarakat.

“Transformasi teknologi tidak boleh mencabut pers dari akarnya. Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. Karena itu,

PWI Fest tidak hanya dirancang sebagai ruang diskusi akademik atau pelatihan redaksi, tetapi juga sebagai ruang terbuka melalui UMKM Festival dan pesta rakyat. Ini merupakan bentuk konsolidasi nasional antara masyarakat pers, pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan platform global untuk membangun industri media Indonesia yang independen, kuat secara ekonomi, serta terus memberi manfaat bagi bangsa,” pungkasnya.(Red)

Need Help?