SERDANG BEDAGAI (aliansimedia.id) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dalam beberapa hari terakhir semakin dikeluhkan masyarakat. Sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite, Pertamax, hingga Biosolar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.Pantauan di sejumlah SPBU pada Senin (13/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular. Banyak pengendara harus menunggu dalam waktu yang cukup lama, bahkan berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok BBM disebut cepat habis setelah dilakukan pengisian. Kelangkaan tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari nelayan, petani, sopir angkutan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat umum yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup. Di tengah terbatasnya pasokan BBM di SPBU, harga Pertalite di tingkat pengecer dilaporkan melonjak hingga Rp15.000 per liter, jauh di atas harga jual resmi. Meski demikian, tingginya harga tidak menyurutkan masyarakat untuk membeli BBM eceran karena kebutuhan yang mendesak. “Kalau di SPBU kosong, kami terpaksa beli di pengecer meski harganya Rp15 ribu per liter. Mau tidak mau karena harus bekerja,” ujar salah seorang warga yang ditemui di Serdang Bedagai. Warga menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan biaya operasional, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor transportasi, pertanian, dan perikanan. Kenaikan pengeluaran untuk membeli BBM dinilai turut menambah beban ekonomi keluarga. Masyarakat berharap pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi BBM di Kabupaten Serdang Bedagai. Selain memastikan pasokan kembali tersedia secara merata di seluruh SPBU, warga juga meminta adanya penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah warga juga berharap pengawasan terhadap distribusi BBM diperketat agar pasokan yang tersedia benar-benar dapat dinikmati masyarakat yang membutuhkan. Mereka menilai kondisi ini perlu segera ditangani agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu lebih lama. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi aliansimedia.id masih berupaya mengkonfirmasi pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terkait penyebab kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, termasuk langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi persoalan tersebut. Apabila telah diperoleh keterangan resmi, berita ini akan diperbarui sesuai dengan perkembangan informasi.(Red) Navigasi pos Warga Resah Dugaan Peredaran Narkoba di Labuhanbatu, Minta Aparat Lakukan Penyelidikan Projo Muda Sumut Apresiasi Ketegasan Gubernur Bobby Nasution dalam Menindak Pertambangan Ilegal