PADANG HALABAN (aliansimedia.id)– Terik matahari yang menyengat tidak menyurutkan semangat masyarakat yang terus bertahan memperjuangkan lahan seluas 83 hektar yang mereka klaim sebagai hak mereka.

Di tengah panasnya cuaca, warga tetap berada di lokasi sebagai bentuk komitmen untuk mempertahankan ruang hidup dan sumber penghidupan yang selama ini mereka kelola.

Bagi masyarakat, Pejuang Kelompok Tanah di Padang Halaban, Komsiatik dalam unggahan di media Facebook dan messengernya, Minggu, 2 Agustus 2026, mengatakan, lahan tersebut bukan sekadar hamparan tanah, melainkan aset yang memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi kehidupan mereka.

Karena itu, mereka menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi hingga terdapat kejelasan dan kepastian hukum terkait status lahan yang dipersoalkan.

“Terik matahari boleh membakar kulit kami, tetapi semangat kami untuk mempertahankan lahan 83 hektar ini tidak akan pernah padam,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam aksi bertahan di lokasi.

Warga menyatakan bahwa perjuangan yang mereka lakukan bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk mempertahankan hak yang mereka yakini sah.

Mereka berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut serta mengedepankan penyelesaian yang adil dan transparan.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar instansi yang berwenang, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pihak-pihak terkait lainnya, dapat melakukan penelusuran menyeluruh terhadap status dan riwayat lahan guna menghindari munculnya konflik berkepanjangan.

Di bawah terik matahari, warga tetap menunjukkan tekad yang kuat. Mereka menilai setiap tetes keringat yang jatuh di atas tanah tersebut menjadi simbol perjuangan untuk mempertahankan hak dan masa depan keluarga mereka.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak-pihak terkait guna memberikan kepastian hukum dan solusi yang dapat diterima semua pihak.

Warga berharap penyelesaian dilakukan secara adil, mengedepankan dialog, serta menghormati hak-hak masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada lahan tersebut.(Win-Red)

Need Help?