SERSANG BEDAGAI(aliansimedia.id)– Pertemuan yang tidak terduga-duga yang begitu “nyaris terlupakan”merindukan sosok orang tua yang sudah lama tidak bertemu, dipertengahan bulan Agustus 2026 usai Hari Kemerdekaan RI ke 81 begitu indah.

Tangis bahagia pecah di tengah suasana haru ketika sebuah keluarga akhirnya kembali bertemu dengan Uwak tercinta bernama Sentot, Warga Dusun I Desa Karang Anyer, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, tangis dan rindu akhirnya pecah.

Entah mimpi apa aku ungkap Abdul Salim bertemu setelah hampir 30 tahun terpisah yang tidak tau bahwa aku punya uwak yang hanya berbeda kecamatan dan desa namun masih di Kabupaten yang sama, momen penuh emosional itu berlangsung pada Sabtu (22/8/2026).

Hampir tiga dekade bukanlah waktu yang singkat. Selama puluhan tahun, jarak memisahkan keluarga, sementara kerinduan kepada sosok Uwak dan keturunan terus tersimpan di dalam hati.

Waktu telah mengubah banyak hal ketika bertemu rambut yang dahulu hitam kini mulai memutih, wajah pun dihiasi kerutan, namun, kasih sayang dan kenangan terhadap Uwak Sentot tercinta yang datang bersama anak dan menantunya Agustina dari Nias bersama keluarganya mendampingin ayahnya adalah uwak ku kata Abdul Salim yang tetap tidak pernah berubah dalam sikap kebaikannya

Selama bertahun-tahun, keluarga selalu berharap dan berdoa agar Uwak dalam keadaan baik di mana pun berada. Harapan untuk kembali berkumpul pun terus dipelihara, meski tidak pernah mengetahui kapan pertemuan itu akan terjadi kembali.

Ketika sosok Uwak terlihat di hadapan keluarga, suasana seketika berubah menjadi penuh haru. Tangis bahagia pecah. Pelukan erat terjadi antara anggota keluarga yang selama puluhan tahun hanya dapat menyimpan kerinduan dalam hati.

Tak ada lagi yang mampu membendung air mata. Pelukan seolah menjadi cara untuk menggantikan waktu hampir 30 tahun yang telah berlalu tanpa kebersamaan.

Satu per satu anggota keluarga menyapa dan memeluk Uwak. Senyum yang masih sama seperti dalam kenangan masa kecil membuat suasana semakin mengharukan.

Berbagai cerita kemudian mengalir. Mereka saling berbagi kisah tentang kehidupan selama terpisah, kenangan masa lalu, serta rasa rindu yang selama ini dipendam.

Tawa dan tangis pun silih berganti rumah yang selama bertahun-tahun terasa belum lengkap akhirnya kembali dipenuhi kehangatan keluarga.
Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa ikatan darah tidak mudah dipisahkan oleh jarak maupun waktu.

Hampir 30 tahun berpisah ternyata tidak mampu menghapus rasa sayang dan kerinduan di antara mereka.
Bagi keluarga, pertemuan itu bukan sekadar bertemu kembali secara fisik. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan untuk menyatukan kembali hati, menghidupkan kenangan lama, serta mengisi kembali waktu yang sempat hilang.

Kini, setelah penantian panjang berakhir, keluarga berharap tidak ada lagi jarak dan perpisahan panjang. Kebersamaan akan dijaga dengan penuh kasih sayang, agar waktu yang tersisa dapat diisi dengan lebih banyak cerita dan kenangan bersama.
(Abdul Salim)

Need Help?