PADANG(aliasnsimedia.id) – Kota Padang, Sumatera Barat, dilanda banjir besar setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin, 3 Agustus 2026.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai dan saluran drainase meluap, sehingga merendam ribuan rumah warga dan sedikitnya 15 titik di berbagai kawasan kota.

Genangan air merendam permukiman penduduk, fasilitas umum, sekolah, hingga ruas jalan utama. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Informasi yang dihimpun aliansimedia.id dari media sosial dan berbagai media massa, Rabu, 5 Agustus 2026 dan sumber oleh Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan langsung turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan membantu warga yang terdampak.

Beberapa wilayah yang mengalami dampak cukup parah di antaranya Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo, dan Bungus Teluk Kabung. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan menghambat akses transportasi di beberapa kawasan.

Menanggapi bencana tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Edral Pratama, menyatakan bahwa pihaknya segera mengerahkan personel rescue dan peralatan evakuasi untuk membantu warga terdampak.

BPBD Sumbar juga berkoordinasi dengan BPBD Kota Padang dan instansi terkait guna mempercepat proses penyelamatan serta penanganan darurat di lapangan.

“Tim telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi warga dan memastikan kebutuhan darurat masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Edral.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bergerak cepat membantu masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Gubernur juga memerintahkan pengerahan alat berat guna membersihkan material yang terbawa banjir dan memperbaiki akses jalan yang terdampak.

Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama BPBD terus melakukan pendataan terhadap jumlah warga terdampak dan kerugian yang ditimbulkan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan maupun tanah longsor, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Padang. Diharapkan proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar sehingga warga dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.(Win-Red).

Need Help?