SERDANG BEDAGAI (aliansimedia.id) – Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Kali ini, rumah kediaman Kepala Desa Pematang Kuala, Ramlan, yang berada di Kecamatan Teluk Mengkudu, menjadi sasaran pembobolan oleh pelaku yang diduga dilakukan pada Jumat (17/7/2026).

Peristiwa tersebut mengejutkan warga setempat karena selain menyasar rumah seorang kepala desa, pelaku juga berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor inventaris milik Pemerintah Desa Pematang Kuala yang disimpan di kediaman kepala desa.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Pematang Kuala, Ramlan, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara merusak atau membuka paksa akses masuk sebelum menggasak sepeda motor inventaris desa tersebut.

“Pelaku diduga masuk dengan cara merusak atau membuka paksa akses masuk ke rumah. Setelah berada di dalam, pelaku membawa kabur satu unit sepeda motor inventaris milik Pemerintah Desa Pematang Kuala,” ujar Ramlan.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kapan aksi pencurian tersebut terjadi maupun identitas pelakunya. Nilai kerugian materiil akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses pendataan.

Atas kejadian itu, Kepala Desa Pematang Kuala langsung melaporkan dugaan tindak pidana pencurian tersebut ke Polsek Teluk Mengkudu guna diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain membuat laporan kepolisian, pada hari yang sama Ramlan juga menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Serdang Bedagai, mengingat sepeda motor yang hilang merupakan aset atau inventaris milik pemerintah desa.

Peristiwa ini turut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengumpulkan barang bukti, mengidentifikasi pelaku, serta mengungkap motif di balik aksi pencurian tersebut agar aset desa yang hilang dapat ditemukan kembali.

Selain itu, masyarakat juga berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan, baik melalui pengawasan mandiri maupun kerja sama antarwarga, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian dan belum ada keterangan resmi mengenai identitas maupun jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut.(HFT)

Need Help?