SERDANG BEDAGAI(aliansimedia.id) – Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah para petani di Desa Pulau Tagor, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan, lahan pertanian seluas 150 hektare kini kembali produktif dan siap ditanami padi. Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran bersama masyarakat yang digelar pada Senin (27/7/2026). Acara itu menjadi bentuk ungkapan terima kasih atas kembali berfungsinya areal persawahan yang selama ini terbengkalai akibat minimnya pasokan air. Keberhasilan menghidupkan kembali lahan pertanian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan GM FKPPI yang aktif mengawal aspirasi masyarakat serta mendorong penyelesaian persoalan yang selama ini menjadi keluhan utama para petani. Tokoh PSI Kabupaten Serdang Bedagai, Kombes Pol (Purn) Robin Simatupang, SH, M.Hum, mengatakan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat desa yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. “Kami bersyukur karena hari ini masyarakat kembali bisa mengolah sawahnya. Ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga tentang harapan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Apa yang diperjuangkan bersama akhirnya membuahkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh para petani,” ujarnya, Selasa (28/7/2026). Sementara itu, tokoh GM FKPPI, Alex Rudi, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen daerah dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan warga. Menurutnya, kembalinya pasokan air ke area persawahan membuka peluang besar bagi peningkatan produksi padi dan penguatan ekonomi masyarakat setempat. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagaimana semangat gotong royong mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. Dalam kegiatan syukuran tersebut turut hadir Kepala Desa Pulau Tagor, Kasianto, serta Camat, Sry Rahmayani Saragih, SH. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan sektor pertanian yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Para petani mengaku sangat terbantu dengan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Selama bertahun-tahun mereka hanya bisa menyaksikan lahan pertanian terbengkalai akibat kekurangan air, sehingga banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan utama. Kini, dengan kembali produktifnya sekitar 150 hektare lahan persawahan, masyarakat optimistis hasil panen akan meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Kegiatan syukuran turun sawah tersebut pun menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian di Desa Pulau Tagor setelah sekian lama menghadapi persoalan kekeringan. Masyarakat berharap keberhasilan ini dapat terus dijaga melalui pengelolaan irigasi yang baik serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, Desa Pulau Tagor tidak hanya kembali menanam padi, tetapi juga menanam harapan baru bagi masa depan para petani dan generasi berikutnya. Keberhasilan menghidupkan kembali lahan pertanian yang sempat tidak produktif ini menjadi bukti bahwa kepedulian, kerja nyata, dan kolaborasi lintas elemen mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Abdul Salim) Navigasi pos Tak Hanya Bersuara di Gedung Dewan, Edi Anwar Nasution Turun Langsung Berbagi Kasih dengan Anak Yatim di Sipolu-polu AJH Kabupaten Serdang Bedagai Peringati Hari Internasional Konservasi Mangrove di Desa Bagan Kuala