SERDANG BEDAGAI(aliansimedia.id) –

Penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 di Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara,menuai sorotan.

Program bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan melalui Perum BULOG diduga tidak tepat sasaran.

Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah warga menilai bantuan justru diterima oleh masyarakat yang tergolong mampu, bahkan disebut-sebut memiliki hubungan kekerabatan dengan oknum perangkat desa.

Sementara itu, warga yang dinilai layak menerima bantuan justru tidak terdaftar sebagai penerima manfaat.

Salah satu warga yang mengaku tidak menerima bantuan kepada awak media mengatakan, Kamis (11/6/2026) seperti, Herman, warga Dusun II Desa Lidah Tanah. Herman mengaku hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit dengan pekerjaan serabutan serta masih menumpang atau mengontrak tempat tinggal.

Meski memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau ATM Merah, namanya tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan pangan.
“Saya tidak dapat bantuan, padahal rumah saja masih numpang atau kontrak dan kerja serabutan.

Sementara yang dianggap mampu malah dapat bantuan. Ini kan aneh,” ungkap Herman.

Aparat Desa dan Kecamatan Saling Lempar Soal Data Penerima

Untuk menelusuri dugaan tersebut, awak media mendatangi Kantor Desa Lidah Tanah pada Jumat (12/6/2026). Pihak desa menyebut terdapat sekitar 750 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Namun, mereka menyatakan data penerima berasal dari pihak BULOG.

Ketika dimintai penjelasan lebih lanjut, pihak desa mengaku sedang sibuk sehingga belum dapat memberikan keterangan secara rinci.

Upaya konfirmasi kemudian dilakukan kepada Camat Perbaungan, Elmiyati, melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, Camat menyebut sumber data penerima bantuan berasal dari BULOG.

“Konfirmasi ke BULOG saja langsung, Bang,” jawab Elmiyati singkat.

Namun saat ditanya mengenai langkah yang akan diambil pihak kecamatan terkait laporan adanya warga miskin yang tidak menerima bantuan, Camat Perbaungan tidak lagi memberikan tanggapan meskipun pesan yang dikirim telah terbaca.

Kepala Desa dan Kadus Belum Beri Penjelasan

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Desa Lidah Tanah. Saat dikonfirmasi pada Sabtu malam (13/6/2026), Kepala Desa Usman dan Kepala Dusun II Eman belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan media.

Sementara itu, Sekretaris Desa Lidah Tanah, Aswin, memberikan respons singkat dan meminta awak media untuk datang kembali pada hari kerja.

“Waalaikumsalam. Pak, datang saja hari Senin. Nanti tanyakan ke operator desa kenapa yang bersangkutan tidak mendapat bantuan,” tulis Aswin melalui pesan WhatsApp.

Masyarakat Harap Dinas Sosial Turun Tangan

Minimnya transparansi dari sejumlah pihak terkait mulai dari tingkat dusun, desa hingga kecamatan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Warga berharap instansi terkait, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai, segera melakukan evaluasi dan verifikasi ulang terhadap data penerima bantuan.

Langkah tersebut dinilai penting agar program bantuan pangan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan menghindari potensi kesalahan data maupun dugaan praktik nepotisme dalam penyalurannya.

Selain itu, warga berharap kondisi Herman dan keluarganya dapat segera menjadi perhatian pemerintah desa maupun pemerintah daerah, mengingat yang bersangkutan dinilai layak memperoleh bantuan sosial.
(Abdul Salim)