SERDANG BEDAGAI (aliansimedia.id) –

Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan daerah lainnya di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada Kamis malam (4/6/2026) disebabkan gangguan sistem kelistrikan akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.

Manager PLN ULP Sei Rampah, Andre Ginting, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp pada Jumat (5/6/2026) malam, menjelaskan bahwa gangguan terjadi sekitar pukul 20.03 WIB setelah hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan robohnya dua tower transmisi tegangan tinggi.

“Terjadi gangguan sistem Sumatera Bagian Utara pada pukul 20.03 WIB pasca hujan angin ekstrem yang menyebabkan tower transmisi 150 KV pada jalur Perbaungan–Tebing Tinggi roboh. Selain itu, tower transmisi 275 KV pada jalur Simangkok–Galang juga mengalami gangguan,” ujar Andre Ginting.

Ia menjelaskan, akibat kerusakan pada infrastruktur transmisi tersebut, sistem kelistrikan Sumatera Utara dan Aceh terpisah (islanding) dari Sistem Interkoneksi Sumatera. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pasokan listrik di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Serdang Bedagai.

Untuk mengatasi gangguan tersebut, PLN saat ini terus melakukan pemulihan sistem secara bertahap dengan mengoptimalkan kemampuan pembangkit listrik yang masih beroperasi agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.

Selain itu, PLN juga tengah mengupayakan pengiriman tower darurat (emergency tower) ke lokasi terdampak guna mempercepat proses perbaikan jaringan transmisi dan penyambungan kembali Sistem Sumbagut dengan Sistem Interkoneksi Sumatera.

“PLN saat ini sedang mengoptimalkan proses pemulihan dengan memperhatikan kemampuan pembangkit yang masih beroperasi. Kami juga sedang mengupayakan pengiriman tower emergency agar segera sampai di lokasi dan dapat didirikan secepatnya sehingga sistem Sumbagut kembali terhubung dengan Sistem Sumatera,” jelasnya.

Atas gangguan yang terjadi, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak dan menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses penormalan sistem kelistrikan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan,” tutup Andre Ginting.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas PLN masih terus melakukan penanganan di lapangan serta proses pemulihan jaringan dan sistem transmisi guna mengembalikan pasokan listrik secara normal kepada masyarakat di wilayah terdampak. (Red)