SERDANG BEDAGAI (aliansimedia.id)

Dinas Tata Ruang, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Tarukim LH) Kabupaten Serdang Bedagai melakukan uji coba terhadap asap hasil pembakaran batok kelapa yang diolah menjadi arang batok di Kecamatan Sei Bamban, Senin (24/5/2026).

Kegiatan uji coba tersebut dihadiri oleh Kabid Lingkungan Hidup Boy Sihombing, pihak kepolisian dari Polres dan Polsek, Satpol PP, Dinas PUPR, pihak kecamatan, aparat Desa Pon, pengusaha arang batok kelapa, serta warga sekitar yang terdampak.

Uji coba dilakukan untuk melihat langsung hasil pembakaran setelah pihak pengusaha melakukan sejumlah perbaikan guna mengurangi asap yang sebelumnya sempat menjadi keluhan warga.

Dalam kegiatan tersebut, pengusaha menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mencari solusi dan alternatif agar proses pembakaran batok kelapa tidak lagi menimbulkan asap berlebihan seperti sebelumnya.

Hasil uji coba yang dilakukan secara langsung di lapangan, dengan melibatkan dinas terkait, aparat keamanan, pemerintah desa, pengusaha, dan warga sekitar, menunjukkan adanya perubahan dibanding kondisi sebelumnya.

Secara kasat mata, asap yang dihasilkan dari proses pembakaran disebut sudah jauh berkurang dan tidak seperti sebelumnya yang sempat menimbulkan keluhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tarukim LH Kabupaten Serdang Bedagai melalui Kabid Lingkungan Hidup Boy Sihombing mengatakan, hasil uji coba awal menunjukkan adanya perbaikan dibanding kondisi sebelumnya.“Kalau soal asap bukan berarti sudah tidak ada sama sekali, tetapi setelah dilakukan perbaikan, asap yang muncul sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya,” ujar Boy.

Namun demikian, Boy menegaskan bahwa hasil akhir dari uji coba tersebut masih menunggu pemantauan selama 14 hari ke depan untuk melihat dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.“Kita tunggu hasilnya setelah 14 hari ke depan. Nanti kita lihat bersama apakah asapnya benar-benar berkurang dan bagaimana dampaknya terhadap rumah warga di sekitar lokasi pembakaran,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa uji coba tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga di beberapa tempat pembakaran batok kelapa lainnya di wilayah Kampung Pon.“Bukan hanya di lokasi ini, sebelumnya pagi tadi kita juga sudah melakukan uji coba di tempat lain di Kampung Pon, dan selanjutnya akan dilakukan di lokasi lainnya,” tambah Boy.

Sejumlah warga di sekitar lokasi juga menyampaikan bahwa selama usaha pembakaran batok kelapa beroperasi, tidak ditemukan dampak kesehatan yang serius atau berkepanjangan. Jika ada warga yang mengalami gangguan pernapasan, diduga lebih kepada kondisi kesehatan bawaan seperti asma atau sesak napas.

Dari pantauan di lokasi, rumah-rumah di sekitar area yang terdampak juga disebut tidak mengalami gangguan signifikan, termasuk warga yang berada paling dekat dengan lokasi pembakaran.

Pihak pengusaha berharap hasil uji coba ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, sekaligus menunjukkan bahwa perbaikan yang dilakukan telah mengurangi dampak asap dari aktivitas pembakaran batok kelapa.(Red)