LABUHANBATU(aliansimedia.id) – Dugaan adanya pergantian kendali dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian masyarakat.

Sejumlah warga menduga aktivitas yang sebelumnya dikaitkan dengan jaringan tertentu kini dijalankan oleh pihak lain.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan seorang pria berinisial F.S./JBAK diduga memiliki peran dalam aktivitas tersebut.

Namun hingga saat ini, Rabu, 15/07/2026 seluruh informasi yang berkembang masih bersifat dugaan dan belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kebenarannya.

Sejumlah warga yang ditemui awak media mengaku masih khawatir terhadap kemungkinan berlanjutnya peredaran narkoba di wilayah Labuhanbatu. Mereka berharap seluruh informasi yang berkembang dapat ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa aktivitas peredaran narkoba di beberapa wilayah sempat terlihat menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut belum tentu menunjukkan bahwa aktivitas tersebut benar-benar berhenti.
“Yang terlihat di lapangan memang sempat berkurang, tetapi masyarakat masih berharap ada pengawasan yang lebih ketat agar tidak muncul kembali jaringan-jaringan baru,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan warga lainnya yang meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut warga, dugaan aktivitas peredaran narkoba masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya dapat merusak generasi muda serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salah seorang tokoh pemuda sekaligus penggiat anti narkoba menegaskan bahwa pemberantasan narkotika memerlukan kerja sama seluruh pihak, baik aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun warga.

“Narkoba merupakan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” katanya.

Atas kondisi tersebut, sejumlah warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama meminta Polres Labuhanbatu serta unsur Forkopimda meningkatkan pengawasan dan menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang di masyarakat.

Masyarakat juga berharap Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Labuhanbatu terus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Menanggapi hal tersebut, Humas GANN Labuhanbatu, Kirman Dewantara, menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

“Kami berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dapat bekerja maksimal sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan rasa aman. Pencegahan dan pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait informasi yang berkembang. Tim investigasi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Polres Labuhanbatu dan jajaran Satresnarkoba guna mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat.

Masyarakat berharap aparat terkait dapat memberikan kepastian melalui langkah-langkah penyelidikan yang transparan dan profesional demi menjaga keamanan serta melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.(RS/Tim)

Need Help?