SERDANG BEDAGAI(aliansimedia.id)

Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Pengajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (8/6/2026).

Kegiatan reses ini menjadi agenda penting bagi para wakil rakyat untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna menyerap aspirasi, mendengarkan berbagai keluhan, serta menjaring usulan pembangunan dari konstituen.

Reses tersebut dihadiri seluruh Anggota DPRD Sergai dari Dapil 3 yang berasal dari berbagai fraksi partai politik.

Turut hadir Camat Seibamban Budiaman Damanik, SKM, M.Si, para kepala desa, perangkat desa, BPD, tokoh agama, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta masyarakat yang antusias menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam sambutannya, anggota DPRD menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional sekaligus bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Kami hadir bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan dan APBD Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun-tahun mendatang,” ujar salah seorang anggota DPRD.

Sebagai daerah yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan, mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi.

Warga mengeluhkan kondisi sejumlah ruas jalan desa dan jalan penghubung antar desa yang rusak, berlubang, dan sulit dilalui saat musim hujan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian.

“Jalan menuju desa kami sudah lama rusak. Saat hujan sulit dilalui kendaraan, sementara saat kemarau debunya sangat mengganggu. Kami berharap ada perhatian serius untuk perbaikannya,” ungkap salah seorang perwakilan kelompok tani.

Selain jalan, persoalan irigasi juga menjadi perhatian utama. Warga berharap adanya normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan serta pembangunan sarana pendukung pengairan guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Tidak hanya sektor pertanian, masyarakat juga mengusulkan peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Sejumlah sekolah dasar dinilai membutuhkan rehabilitasi bangunan, tambahan ruang kelas, serta sarana belajar yang lebih memadai.

Di sektor kesehatan, warga meminta peningkatan fasilitas puskesmas dan posyandu, termasuk penambahan tenaga medis, aspirasi lainnya berkaitan dengan ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memperluas program pelatihan keterampilan bagi pemuda serta memberikan dukungan permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Masalah keamanan lingkungan juga menjadi sorotan, terutama terkait minimnya penerangan jalan umum di sejumlah titik yang dinilai rawan dan mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, para anggota DPRD Dapil 3 mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk selanjutnya dibahas dalam rapat komisi maupun rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.

“Kami mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat. Semua usulan akan kami kawal dan perjuangkan agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah,” tegas salah satu anggota dewan.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat menyambut positif kehadiran para wakil rakyat yang dinilai telah membuka ruang dialog secara langsung dan transparan.

Melalui reses ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan DPRD semakin erat, sekaligus menjadi sarana efektif dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran demi mewujudkan Kabupaten Serdang Bedagai yang maju, mandiri, dan sejaht