JAKARTA (aliansimedia.id) – Pegiat lingkungan asal Medan, Sumatera Utara, Rifaldi, melakukan kunjungan ke Perpustakaan Kementerian Kehutanan di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upayanya memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan mengenai kehutanan, konservasi, serta berbagai persoalan lingkungan hidup di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Rifaldi memanfaatkan waktunya dengan membaca dan menelusuri berbagai literatur yang berkaitan dengan pengelolaan hutan, rehabilitasi ekosistem, perubahan iklim, konservasi, hingga kebijakan pemerintah di bidang lingkungan hidup. Bagi Rifaldi, kunjungan ke perpustakaan tersebut bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat pemahaman sebelum menerapkan berbagai gagasan dalam aksi nyata di lapangan. Sebagai pegiat lingkungan yang aktif memperhatikan persoalan ekosistem, khususnya di Sumatera Utara, ia menilai upaya menjaga kelestarian lingkungan harus berjalan seimbang antara aksi lapangan, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dan regulasi. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan, seperti kerusakan hutan, abrasi pantai, deforestasi hingga degradasi ekosistem mangrove, tidak cukup hanya dihadapi melalui kegiatan penanaman pohon maupun kampanye lingkungan. Persoalan tersebut, kata dia, membutuhkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekologis, aspek sosial masyarakat, regulasi, serta kebijakan pemerintah sehingga langkah penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. “Menurut saya, menjadi aktivis lingkungan bukan hanya tentang turun ke lapangan. Kita juga harus memperkaya pengetahuan, memahami kebijakan, dan terus belajar. Sebab, gagasan yang baik harus dibangun di atas pemahaman yang kuat,” ungkap Rifaldi. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kunjungan tersebut dapat menjadi bekal dalam mengembangkan gagasan dan gerakan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara. Salah satu perhatian yang ingin terus didorong adalah upaya rehabilitasi ekosistem mangrove serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun kelompok pegiat lingkungan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Rifaldi juga mendorong generasi muda untuk menjadikan membaca dan mengakses sumber pengetahuan sebagai bagian dari kebiasaan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dibarengi dengan kemauan untuk terus belajar agar gerakan yang dibangun memiliki dasar pengetahuan yang kuat. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa perjuangan menjaga lingkungan tidak berhenti pada aktivitas di lapangan. Pengetahuan, literasi, serta pemahaman terhadap kebijakan menjadi bagian penting dalam melahirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dari Medan ke Jakarta, mencari ilmu untuk kembali membawa gagasan dan manfaat bagi daerah. (Rf) Navigasi pos Petani Pematang Cermai Gelar Tampung Tawar Benih, Tandai Persiapan Musim Tanam Serentak Polres Labusel Bongkar Dugaan Peredaran Sabu Lintas Kabupaten, Enam Pria Diamankan dengan Barang Bukti 119,57 Gram