MEDAN (aliansimedia.id) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap penelitian yang mengembangkan desain model Uji Kompetensi Wartawan (UKW) khusus media siber berbasis Search Engine Optimization (SEO). Dukungan tersebut disampaikan Ketua SMSI Sumut, Erris Julietta Napitupulu, saat menghadiri Workshop Desain Model UKW Khusus Media Siber yang digelar di Grand Sakura Hotel, Medan, Sabtu (22/8/2026). Menurut Erris, penelitian yang dilakukan tim yang dipimpin Dr. Dedi Sahputra bersama Dr. Zakaria Siregar dan Dr. Fauji Wikanda merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi wartawan media siber di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. “Kami SMSI Sumut mendukung penuh penelitian ini. Kehadiran SMSI dari berbagai daerah di Sumatera Utara menjadi bukti komitmen kami untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan model UKW yang relevan dengan kebutuhan media digital saat ini,” ujar Erris. Ia menjelaskan, SMSI memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan media siber nasional. Organisasi tersebut telah meraih tiga Rekor MURI, termasuk atas keberhasilan mempublikasikan opini secara serentak di 571 media online dalam waktu 7,5 jam. Selain itu, SMSI juga tercatat sebagai organisasi perusahaan pers siber dengan jumlah anggota terbanyak di dunia, mencapai sekitar 3.500 anggota yang tersebar di 34 provinsi. Terbaru, SMSI memperoleh penghargaan atas kegiatan donor darah serentak di 33 provinsi yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke-7 SMSI dan diberitakan oleh sekitar 1.300 media online. Erris menegaskan bahwa SMSI tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga siap berperan aktif dalam merumuskan model implementasi SEO yang dapat meningkatkan kualitas produk jurnalistik tanpa mengabaikan etika dan hukum pers. Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Dr. Dedi Sahputra, menjelaskan bahwa perubahan algoritma mesin pencari, khususnya Google, menuntut wartawan dan editor memiliki kemampuan SEO yang memadai agar karya jurnalistik dapat menjangkau pembaca lebih luas. Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 51.000 media siber di Indonesia. Namun, banyak media menghadapi tantangan ekonomi yang memicu persaingan trafik yang semakin ketat. “Dari 16.245 wartawan yang telah tersertifikasi, hanya 9.409 yang berasal dari media siber. Yang menjadi perhatian, materi SEO belum masuk dalam pengujian formal UKW sehingga perlu adanya pembaruan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan industri media digital,” jelas Dedi. Penelitian yang berjudul “Implementasi SEO untuk Peningkatan Keterampilan Wartawan Menghasilkan Produk Jurnalistik dengan Konten Etika dan Hukum Pers untuk Keberlanjutan Media Siber” itu melibatkan kolaborasi antara Universitas Medan Area (UMA) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Dalam konsep yang dipaparkan, literasi SEO diusulkan menjadi bagian dari materi UKW dengan tingkatan berbeda sesuai jenjang kompetensi. Wartawan muda difokuskan pada kemampuan teknis pelaksanaan SEO, wartawan madya pada strategi pengelolaan konten, dan wartawan utama pada aspek kebijakan serta pengembangan media. Melalui penelitian ini, diharapkan lahir model UKW khusus media siber yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan Indonesia.(Red) Navigasi pos Dugaan Temuan Ulat pada Buah Naga Menu MBG di SMA Negeri 1 Tuhemberua Polres Sergai Gelar Upacara Hari Juang Polri, Tekankan Dedikasi dan Kepercayaan Publik