NUSA TENGGARA TIMUR (aliansimedia.id)– Gempa susulan terbesar kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026), memicu kepanikan warga yang masih trauma akibat gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu. Getaran gempa dirasakan kuat di sejumlah daerah terdampak. Warga berhamburan keluar rumah dan berkumpul di tempat terbuka untuk menghindari risiko tertimpa bangunan yang mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa sebelumnya. Gempa susulan ini merupakan bagian dari aktivitas seismik yang masih berlangsung pascagempa utama yang berpusat di laut dekat Kabupaten Nagekeo. Informasi yang di himpun aliansimedia.id dari berbagai sumber media sosial Facebook Kka Jeff dan media online Antara New Mataram, pada Kamis, 20 Agustus 2026 dan keterangan BMKG mencatat ribuan gempa susulan telah terjadi sejak bencana tersebut mengguncang wilayah NTT. Data terbaru menunjukkan dampak gempa sangat besar terhadap masyarakat. Hingga 19 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 70 orang, sementara 1.182 orang mengalami luka-luka.Selain itu, sekira 40.040 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Kerusakan infrastruktur juga cukup parah. Berdasarkan pendataan yang dilakukan pemerintah dan tim penanganan bencana, sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rumah rusak sedang, dan 4.493 rumah rusak ringan. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BNPB, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. BMKG meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa dan potensi dampak yang ditimbulkannya.(Red). Navigasi pos Angin Kencang Rusak Dua Ruang Kelas SMP Negeri 1 Dolok Masihul, Yonif TP 902/SPG Bantu Evakuasi Pohon Tumbang Kantor PWI Sumut Kembali Dibobol Maling, Pencurian Terjadi untuk Ketiga Kalinya