LABUHANBATU (aliansimedia.id) — Universitas Labuhanbatu menggelar prosesi wisuda pada Sabtu, 12 September 2026. Salah satu sosok yang turut merasakan kebahagiaan dalam momentum tersebut adalah Muhammad Paris Iskandar Harahap, S.H., M.H., yang resmi menyandang gelar Magister Hukum.

Pencapaian akademik tersebut menjadi momen istimewa bagi Paris Harahap, yang selama ini dikenal sebagai wartawan di Kabupaten Labuhanbatu sekaligus pemilik media Bencana.co.id. Di balik toga dan gelar akademik yang diraihnya, tersimpan perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, tantangan, serta berbagai dinamika dalam kehidupan.

Paris mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan magisternya. Baginya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata untuk membuktikan sesuatu kepada orang lain, melainkan sebagai bentuk perjuangan dan tanggung jawab untuk keluarga serta masa depan.

Kepada wartawan, Paris mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memikirkan berbagai pandangan maupun perkataan negatif yang pernah ditujukan kepadanya.

“Bismillah. Banyaknya omongan buruk tentangku. Namun sebenarnya aku tidak peduli itu. Karena perjuanganku bukan untuk mereka. Perjuanganku untuk keluarga, dan untuk masa depan di hari tua nanti.”

Menurutnya, berbagai pandangan negatif justru menjadi bagian dari proses yang membuat dirinya semakin kuat dalam menghadapi kehidupan.

“Untuk para pembenciku, terima kasih. Karena kebencianmu, aku belajar menjadi lebih kuat. Karena kebencianmu aku menempa diri menjadi lebih baik.”

Paris menyadari bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan perjuangan yang berbeda. Tidak semua orang memulai perjalanan dari titik yang sama, sehingga keberhasilan seseorang tidak dapat diukur hanya dari apa yang terlihat di permukaan.

“Aku sadar, prosesku berbeda dengan anak yang disiapkan kapal pesiar oleh orang tuanya. Walaupun kapalku terlalu kecil, tapi aku bangga karena aku masih bisa berlayar di tengah ombak besar yang kadang membuatku terdampar, terhempas hingga tidak berdaya.”

Bagi Paris, perjalanan menyelesaikan pendidikan Magister Hukum merupakan salah satu bentuk perjuangan untuk memberikan sesuatu yang terbaik kepada keluarga. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, sekaligus kepada istri, anak, dan seluruh keluarga yang dinilainya telah memberikan dukungan serta kesabaran selama menjalani proses pendidikan.

“Terima kasih Ya Allah. Terima kasih untuk istriku, anakku dan keluargaku. Terima kasih karena selalu sabar dengan segala kekuranganku. Semua yang kulakukan hanya untuk kalian. Agar kalian merasa bangga. Agar kalian merasa cukup.”

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Labuhanbatu, para dosen pembimbing, serta dosen penguji yang telah memberikan bimbingan dan ilmu selama dirinya menempuh pendidikan hingga menyelesaikan sidang tesis dan dinyatakan lulus.

“Terima kasih untuk kampus Universitas Labuhanbatu yang sudah banyak membantu hingga kini. Terima kasih buat para dosen pembimbing dan dosen penguji yang sudah membimbing serta menguji dalam sidang tesis hingga dinyatakan lulus.”

Paris juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama perjalanan hidup maupun menjalankan aktivitas terdapat kesalahan dan kekhilafan.

Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan setiap proses kehidupan sebagai pembelajaran dan terus berupaya melangkah menuju arah yang lebih baik.

“Mohon maaf atas semua salah dan khilafku. Mari kita berpikir dan melangkah lebih baik. Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, tapi juga sangat membanggakan.”

Perjalanan Muhammad Paris Iskandar Harahap dalam meraih gelar Magister Hukum menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga ketekunan, doa, keberanian menghadapi berbagai tantangan, serta dukungan dari orang-orang terdekat.

Gelar Magister Hukum (M.H.) yang kini disandangnya menjadi pencapaian akademik sekaligus simbol dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Bagi Paris, keberhasilan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang gelar, melainkan tentang sebuah persembahan untuk keluarga yang selama ini menjadi sumber kekuatan dan motivasinya.

“Perjuanganku untuk keluarga dan masa depan.” (RS)

Need Help?